Membandingkan Pandangan tentang Milenium: Pandangan Manakah yang Alkitabiah?
1. Pendahuluan
Di antara berbagai pendekatan injili terhadap eskatologi Alkitab, sedikit perdebatan yang sedasar persoalan tentang Mileniumââseribu tahunâ pemerintahan Kristus yang disebut enam kali dalam Wahyu 20:1â7. Tiga pandangan utama tentang Milenium mendominasi diskusi:
- Premilenialisme
- Amilenialisme
- Postmilenialisme
Masingâmasing memberikan jawaban berbeda terhadap tiga pertanyaan kunci:
- Kapan Kristus akan memerintah?
- Bagaimana dan di mana Ia akan memerintah?
- Bagaimana kita seharusnya memahami âseribu tahunâ dalam Wahyu 20?
Artikel ini membandingkan ketiga sistem tersebut dan kemudian mengajukan argumen mana yang paling selaras dengan pembacaan Alkitab secara gramatikalâhistoris.
2. Definisi Tiga Pandangan Milenium
2.1 Premilenialisme
Premilenialisme mengajarkan bahwa Kristus akan datang kembali sebelum Milenium dan kemudian memerintah secara pribadi di bumi selama seribu tahun.
Penegasan utama:
- Wahyu 19:11â21 menggambarkan Kedatangan Kedua yang kelihatan.
- Wahyu 20:1â6 kemudian menggambarkan pemerintahan di bumi setelah itu, di mana Kristus memerintah selama 1.000 tahun secara harfiah.
- Iblis secara harfiah diikat di jurang maut dan tidak mampu menyesatkan bangsaâbangsa selama masa itu.
- Terjadi dua kebangkitan jasmani: kebangkitan orang percaya sebelum Milenium, dan kebangkitan orang tidak percaya setelahnya (Why 20:4â6).
Premilenialisme memiliki dua bentuk utama:
- Premilenialisme historis: biasanya postâTribulasi, dan sering kali tidak menajamkan perbedaan antara Israel dan gereja.
- Premilenialisme dispensasional: memelihara pembedaan yang jelas antara Israel dan gereja dan menafsirkan teksâteks nubuat secara konsisten dengan pendekatan literer, historis, dan gramatikal.
2.2 Amilenialisme
Amilenialisme secara harfiah berarti âtanpa Mileniumâ, tetapi dalam praktiknya pandangan ini hanya menolak adanya kerajaan seribu tahun di masa depan yang bersifat jasmani di bumi, bukan menolak pemerintahan Kristus itu sendiri.
Penegasan utama:
- âMileniumâ itu sekarang, mencakup seluruh periode antara kedatangan Kristus yang pertama dan Kedatangan Kedua.
- âSeribu tahunâ dalam Wahyu 20 adalah simbol suatu masa yang panjang dan lengkapâbukan lama waktu yang harfiah.
- Kristus memerintah secara rohani:
- di surga atas jiwaâjiwa orang percaya yang telah meninggal, dan/atau
- di hati orangâorang percaya di bumi dan melalui gereja.
- Iblis âdiikatâ di salib dalam arti bahwa ia tidak dapat lagi menghentikan penyebaran Injil ke seluruh dunia.
- Hanya ada satu kebangkitan umum dan satu penghakiman umum pada saat Kristus datang kembali; tidak ada zaman Milenium yang terpisah setelah itu.
Pandangan ini mendominasi teologi Katolik Roma, Ortodoks Timur, dan banyak teologi Reformed (misalnya: Agustinus, Luther, Calvin, Berkhof, Hoekema).
2.3 Postmilenialisme
Postmilenialisme mengajarkan bahwa Kristus akan datang kembali setelah suatu masa âMileniumâ yang panjang berupa zaman damai dan kebenaran yang dihasilkan melalui kemajuan Injil.
Penegasan utama:
- Milenium tidak harus berarti 1.000 tahun secara harfiah, tetapi suatu masa âkeemasanâ yang panjang di dalam era gereja sekarang.
- Melalui pemberitaan Injil dan pekerjaan Roh Kudus, mayoritas dunia akan bertobat; etika Kristen akan membentuk budaya, hukum, dan lembagaâlembaga masyarakat.
- Pemerintahan Kristus bersifat kini dan rohani, dari surga, dimediasikan melalui pengaruh gereja.
- Setelah periode panjang keberhasilan Injil secara global, Kristus datang kembali, terjadi kebangkitan dan penghakiman umum, lalu masuk ke dalam keadaan kekal.
Secara historis, pandangan ini berkembang pada masaâmasa yang penuh optimisme (abad 18â19; misalnya Edwards, Warfield, Boettner) dan muncul kembali dalam beberapa kelompok rekonstruksionis dan theonomis.
3. Perbandingan Langsung Pandangan Milenium
3.1 Perbedaan Kunci secara Singkat
| Pertanyaan / Kategori | Premilenialisme | Amilenialisme | Postmilenialisme |
|---|---|---|---|
| Waktu pemerintahan Kristus | Setelah Kedatangan Kedua | Di antara kedatangan pertama dan kedua (sekarang) | Di antara kedatangan pertama dan kedua (sekarang, memuncak kemudian) |
| Sifat pemerintahan | Pemerintahan jasmani, kelihatan, di bumi | Pemerintahan rohani di surga / hati / gereja | Pemerintahan rohani dari surga melalui dunia yang makin âdikristenkanâ |
| Lokasi Milenium | Bumi (berpusat di Yerusalem) | Zaman sekarang; tidak ada fase Milenium jasmani yang terpisah | Bumi yang secara bertahap diubah oleh Injil |
| âSeribu tahunâ (Why 20) | Dipahami secara harfiah (1000 tahun) | Simbol masa panjang yang lengkap | Simbol masa panjang yang lengkap |
| Pengikatan Iblis | Masa depan, pengurungan total di jurang maut | Kini, parsialâtidak dapat menghentikan penyebaran Injil | Kini, pengaruhnya makin dikurangi secara progresif |
| Kebangkitanâkebangkitan | Dua kebangkitan jasmani (Why 20:4â6) | Satu kebangkitan umum pada akhir zaman | Satu kebangkitan umum pada akhir zaman |
| Kondisi dunia sebelum Kedatangan Kristus | Kemurtadan dan Tribulasi yang makin meningkat | Campuran baik dan jahat; sering kali makin memburuk | Perbaikan menyeluruh; dunia sebagian besar âdikristenkanâ |
| Israel dan gereja | Entitas yang berbeda dengan peran berbeda | Satu âumat Allahâ; janji PL dirohanikan dalam gereja | Satu âumat Allahâ; janji PL dirohanikan dalam gereja |
4. Isu Eksegetis: Cara Tiap Pandangan Menafsirkan Wahyu 20
Wahyu 20:1â6 adalah satuâsatunya bagian yang secara eksplisit menyebut âseribu tahunâ. Cara bagian ini ditafsirkan sangat menentukan pandangan seseorang tentang Milenium.
4.1 Urutan Wahyu 19â20
- Wahyu 19:11â21 dengan jelas menggambarkan Kedatangan Kedua: Kristus menampakkan diri dalam kemuliaan, menghancurkan binatang dan nabi palsu, serta menghakimi bala tentara bangsaâbangsa.
- Wahyu 20:1â6 kemudian dimulai dengan frasa âLalu aku melihatâ (Yunani: kai eidon), ungkapan yang berulang dalam Why 19:11â21:8, yang menandai suatu kemajuan kronologis.
Premilenialisme:
- Membaca urutan ini dalam tatanan alaminya:
- Kedatangan Kedua (Why 19)
- Pengikatan Iblis dan permulaan Milenium (Why 20:1â3)
- Pemerintahan orangâorang kudus yang dibangkitkan bersama Kristus selama 1.000 tahun (Why 20:4â6)
- Pemberontakan terakhir dan penghakiman Takhta Putih yang besar (Why 20:7â15)
- Langit dan bumi yang baru (Why 21â22)
Amilenialisme dan postmilenialisme:
- Biasanya memakai skema rekapitulasi atau âparalelisme progresifâ:
- Kitab Wahyu dipandang terdiri dari tujuh bagian paralel yang samaâsama meliputi zaman gereja dari sudut pandang yang berbeda.
- Wahyu 20 âkembaliâ ke kedatangan Kristus yang pertama dan secara simbolis menggambarkan zaman sekarang.
- Karena itu, hubungan kronologis antara Wahyu 19 dan 20 diputus.
Ini pada dasarnya adalah suatu keputusan hermeneutis: apakah penglihatanâpenglihatan itu dibaca secara berurutan kecuali bila konteks memaksa sebaliknya (premilenial), atau diasumsikan bahwa strukturnya tidak berurutan dan Wahyu 20 ditafsirkan sebagai mencakup seluruh zaman gereja (aâ dan postâ).
4.2 Pengikatan Iblis (Why 20:1â3)
Teks itu menyatakan bahwa Iblis:
- Ditangkap
- Diikat selama seribu tahun
- Dilemparkan ke dalam jurang maut
- Jurang maut itu ditutup dan dimeteraikan di atasnya
- Supaya ia tidak lagi menyesatkan bangsaâbangsa sebelum berakhirnya seribu tahun
Pembacaan premilenial:
- Bahasa ini menggambarkan pengurungan total di masa depan dengan tidak adanya pengaruh aktif di bumi.
- Peristiwa seperti ini belum pernah terjadi dalam sejarah; saat ini Iblis disebut âilah zaman iniâ (2 Kor 4:4), âpenguasa dunia iniâ (Yoh 12:31), dan âmusuh yang berjalan keliling sama seperti singa yang mengaumâaumâ (1 Ptr 5:8).
- Karena itu, pengikatan ini harus masih akan terjadi, setelah Kedatangan Kristus.
Pembacaan amilenial/postmilenial:
- Mengaitkan pengikatan itu dengan kemenangan Kristus di salib dan misi gereja.
- Menyatakan bahwa Iblis âdiikatâ hanya dalam arti bahwa ia tidak lagi dapat mencegah Injil menjangkau bangsaâbangsa.
- Beranggapan bahwa hal ini masih selaras dengan aktivitasnya yang terus berlangsung dalam pencobaan, penganiayaan, dan penyesatan di bidangâbidang lain.
Kesulitan bagi pandangan aâ dan postâ adalah bahwa Wahyu 20:3 menonjolkan penghilangan total dari arena penyesatan, bukan sekadar pembatasan. Gambaran jurang maut yang dikunci dan dimeteraikan tidak cocok dengan skenario di mana Iblis masih aktif menyesatkan âseluruh duniaâ (Why 12:9).
4.3 Dua Kebangkitan (Why 20:4â6)
Teks ini berbicara tentang:
- Para martir yang âhidup kembali dan memerintah sebagai raja bersamaâsama dengan Kristus untuk masa seribu tahunâ (ay. 4).
- âTetapi orangâorang mati yang lain tidak hidup kembali sebelum berakhir masa yang seribu tahun ituâ (ay. 5).
- âItulah kebangkitan pertamaâ (ay. 5).
Kata kunci ezÄsan (âhidup kembaliâ) muncul dalam kedua ayat.
Pembacaan premilenial:
- Mencatat bahwa ezÄsan dalam kitab Wahyu selalu menunjuk pada kehidupan jasmani yang nyata (mis. Why 2:8; 13:14).
- Mengamati bahwa istilah âkebangkitanâ (anastasis) dalam Perjanjian Baru hampir selalu berarti kebangkitan tubuh.
- Menyimpulkan bahwa kedua pemakaian ezÄsan dalam Wahyu 20 menunjuk pada kebangkitan jasmani:
- Kebangkitan pertama: orang percaya dibangkitkan untuk memerintah bersama Kristus.
- Kebangkitan kedua: âorangâorang mati yang lainâ (orang tidak percaya) dibangkitkan untuk dihakimi.
Pembacaan amilenial/postmilenial:
- Biasanya menyatakan bahwa kebangkitan pertama bersifat rohani:
- Entah kelahiran baru, atau
- Masuknya jiwa ke surga pada saat kematian.
- Kemudian mengartikan kebangkitan kedua sebagai kebangkitan jasmani.
- Dengan demikian, kedua kebangkitan itu berbeda jenisnya, bukan sekadar waktunya.
Namun penggunaan kata kerja yang sama dan kontras eksplisit (âorangâorang mati yang lainâ) sangat kuat menunjukkan bahwa ini adalah dua peristiwa sejenis, yang dipisahkan oleh masa Milenium. Seperti komentar terkenal Henry Alford, bila ezÄsan dapat berarti kebangkitan rohani di ayat 4 dan kebangkitan jasmani di ayat 5, âmaka berakhirlah seluruh makna dari bahasa itu sendiri.â
5. Pertimbangan BiblikaâTeologis yang Lebih Luas
5.1 Nubuatânubuat Perjanjian Lama: Ditempatkan di Mana?
Banyak teks Perjanjian Lama menggambarkan:
- Suatu zaman damai dan keadilan sedunia di bawah Mesias (Yes 9:5â6; 11:1â10; Mzm 72).
- Mesias yang memerintah dari takhta Daud di Yerusalem (2 Sam 7:12â16; Yes 11:1â5).
- Israel yang dipulihkan dan diam dengan aman di tanahnya, dengan bangsaâbangsa mengalir ke Sion (Yes 2:2â4; Mi 4:1â4; Za 14).
- Kondisi yang lebih baik dari sekarang, tetapi belum sama dengan ciptaan baru akhir zaman yang tanpa kematian.
Contoh: Yesaya 65:20 menggambarkan suatu waktu ketika:
âDi situ tidak akan ada lagi bayi yang hidup hanya beberapa hari
atau orang tua yang tidak mencapai umur penuh;
sebab siapa yang mati pada umur seratus tahun masih akan dianggap muda,
dan siapa yang jatuh umur seratus tahun akan dianggap kena kutuk.â
- Kematian masih ada (berbeda dengan Why 21:4), tetapi umur manusia sangat panjang (berbeda dengan sekarang).
- Dosa masih mungkin terjadi (âsiapa yang jatuh umur seratus tahun akan dianggap kena kutukâ), tetapi kebenaran menjadi keadaan normal.
Premilenialisme:
- Menempatkan nubuatânubuat seperti ini dalam suatu kerajaan jasmani perantaraâyaitu Milenium.
- Kerajaan ini:
- Masa depan, sesudah Kedatangan Kristus.
- Bumiwi, berpusat di Yerusalem.
- Lebih baik dari zaman sekarang, tetapi belum merupakan keadaan kekal.
Amilenialisme:
- Umumnya memindahkan teksâteks tersebut:
- Entah ke zaman gereja sekarang (digenapi secara rohani dalam Kristus dan gereja), atau
- Ke keadaan kekal, dengan penafsiran yang sangat simbolis.
Namun kedua opsi ini tidak selaras secara alami dengan teksâteks yang secara eksplisit menyebut kematian dan dosa, tetapi sekaligus menggambarkan kondisi bumi yang sangat diubah dan diberkati. Hanya suatu zaman Milenium di antara era sekarang dan bumi baru yang akhir yang secara koheren menampung semua unsur tersebut.
5.2 Israel dan Gereja
Perbedaan yang sangat menentukan di antara pandanganâpandangan tersebut menyangkut Israel:
- Premilenialisme: Israel dan gereja berhubungan tetapi berbeda; janjiâjanji khusus yang tanpa syarat kepada Israel etnis/nasional (tanah, takhta, kerajaan) harus tetap digenapi secara harfiah (Kej 15; 17; 2 Sam 7; Rm 11:25â29).
- Amilenialisme/postmilenialisme: Israel dan gereja adalah satu umat Allah; janjiâjanji PL pada umumnya dirohanikan dan diterapkan pada gereja sebagai âIsrael rohaniâ.
Hal ini memengaruhi pengharapan terkait Milenium:
- Dalam premilenialisme, Milenium adalah panggung di mana Allah membenarkan dan menegakkan perjanjianâNya kepada Abraham dan Daud dalam sejarah melalui pemerintahan Kristus di Sion.
- Dalam pandangan aâ dan postâ, perjanjianâperjanjian tersebut biasanya didefinisikan ulang sehingga aspek âtanahâ dan âtakhtaâ menjadi realitas surgawi atau berpusat di gereja, bukan realitas geopolitik masa depan.
6. Pandangan Milenium Manakah yang Paling Alkitabiah?
6.1 Hermeneutik: Harfiah vs. Poroha (Spiritualisasi)
Isu penentu di sini adalah bagaimana kita menafsirkan Kitab Suci yang bersifat nubuat.
- Premilenialisme menerapkan prinsip gramatikalâhistoris yang sama pada nubuat sebagaimana yang kita gunakan untuk:
- Kedatangan Kristus yang pertama,
- Salib dan kebangkitan,
- Pembenaran oleh iman, dan seterusnya.
- Amilenialisme dan postmilenialisme, meskipun sering literal di bagian lain, cenderung beralih ke penafsiran rohani ketika berhadapan dengan banyak teks yang berorientasi masa depan (khususnya yang menyangkut Israel dan kerajaan).
Mengingat bahwa:
- Seluruh nubuat mesianik tentang kedatangan Kristus yang pertama digenapi secara harfiah (lahir di Betlehem, keturunan Daud, tangan dan kaki yang dipaku, dan lainâlain),
- Kitab Wahyu sendiri sering menjelaskan simbolnya (misalnya kaki dian = jemaat; Why 1:20), tetapi menggunakan angka secara harfiah kecuali bila konteks jelasâjelas menuntut makna simbolis,
âŠmaka sikap yang konsisten dan aman adalah menafsirkan Wahyu 20 dan bagianâbagian kerajaan yang terkait secara harfiah kecuali teks itu sendiri menunjukkan bahwa maknanya simbolis. Atas dasar itu:
- Pemerintahan Kristus di masa depan, di bumi, selama seribu tahun bersama orangâorang kudus yang dibangkitkan merupakan makna yang wajar dan langsung dari Wahyu 19â20.
- Nubuatânubuat kerajaan dalam PL secara alami selaras dengan keberadaan suatu Milenium.
- Rincian gramatikal Wahyu 20:1â6 (pengikatan, jurang maut, kebangkitan pertama, âorangâorang mati yang lainâ) semuanya berpadu tanpa perlu memaksakan makna rohani pada istilahâistilah teknis tersebut.
6.2 Uji Koherensi
Jika kita bertanya bagaimana setiap pandangan menangani seluruh data Alkitab yang relevan:
-
Amilenialisme:
- Harus mendefinisikan ulang makna pengikatan Iblis dan kebangkitan pertama.
- Harus memindahkan banyak teks PL jauh dari makna lahiriahnya.
- Harus mengandaikan adanya kerajaan âMilenialâ di mana dosa dan kematian hidup berdampingan dengan pemerintahan Kristus, namun tanpa deskripsi Alkitab yang jelas tentang sistem seperti itu pada zaman sekarang.
-
Postmilenialisme:
- Menambahkan suatu optimisme tentang kemajuan moral global yang tidak beralasan dan bertentangan dengan teksâteks yang menubuatkan kemurtadan akhir zaman (Mat 24:10â12; 2 Tim 3:1â5; 2 Tes 2).
- Berbagi sebagian besar pola spiritualisasi janjiâjanji Israel sebagaimana dalam amilenialisme.
- Sulit dipadukan dengan fakta perjalanan sejarah gereja yang nyata.
-
Premilenialisme:
- Menghormati urutan Wahyu 19â20.
- Mengambil makna pengikatan Iblis dan dua kebangkitan sebagaimana yang tersurat.
- Menyediakan tempat yang wajar bagi nubuatânubuat kerajaan PL yang menggambarkan bumi yang diperbarui tetapi belum disempurnakan.
- Menjaga kesetiaan Allah dalam menggenapi perjanjianâNya kepada Israel secara harfiah melalui Kristus.
Karena alasanâalasan ini, pembacaan Kitab Suci yang konsisten secara gramatikalâhistoris menguatkan premilenialisme sebagai pandangan Milenium yang paling berakar kuat pada Alkitab.
7. Kesimpulan
Milenium bukan sekadar topik pinggiran; Milenium adalah jembatan yang ditetapkan Allah antara zaman yang jatuh dalam dosa ini dan keadaan kekal. Di dalamnya:
- Kristus dinyatakan secara publik sebagai Raja keturunan Daud.
- Iblis disingkirkan secara tuntas dari pengaruh atas bumi.
- Janjiâjanji kepada Abraham dan Daud digenapi dalam sejarah.
- Bangsaâbangsa mengalami pemerintahan Mesias yang adil dan benar.
Amilenialisme dan postmilenialisme berupaya menjaga beberapa pertimbangan teologis tertentu, tetapi melakukannya dengan harga mengubah makna langsung dari bagianâbagian eskatologis kunci. Sebaliknya, premilenialisme mengizinkan Wahyu 19â20 dan keseluruhan korpus nubuat berbicara secara apa adanya.
Menafsirkan Kitab Suci dengan Kitab Suci, tanpa spiritualisasi yang sewenangâwenang, membawa kita pada keyakinan bahwa Kristus akan datang kembali sebelum Milenium untuk mendirikan KerajaanâNya yang literal di bumi. Kerajaan itu akan berlangsung seribu tahun, kemudian Ia akan menyelesaikan segala sesuatu dalam langit dan bumi yang baru.
FAQ
T: Apa perbedaan utama antara premilenialisme, amilenialisme, dan postmilenialisme?
Perbedaan utamanya adalah kapan dan bagaimana Kristus memerintah. Premilenialisme mengajarkan bahwa Kristus datang kembali sebelum masa seribu tahun yang literal di bumi. Amilenialisme memandang Milenium sebagai zaman sekarang, yakni pemerintahan rohani Kristus dari surga dan di dalam hati orang percaya. Postmilenialisme percaya bahwa gereja akan mengkristenkan dunia, membawa masuk suatu zaman keemasan, dan setelah itu barulah Kristus datang kembali.
T: Mengapa para premilenialis menegaskan bahwa âseribu tahunâ dalam Wahyu 20 bersifat harfiah?
Premilenialis mencatat bahwa istilah âseribu tahunâ muncul enam kali dalam Wahyu 20:2â7 tanpa ada penanda internal bahwa angka itu bersifat simbolis. Dalam kitab Wahyu, ketika angkaâangka bersifat simbolis, konteks atau penjelasan biasanya menunjukkannya. Karena penunjuk waktu lain dalam Wahyu (1.260 hari; 42 bulan; dan sebagainya) diperlakukan sebagai literal, maka demi konsistensi, âseribu tahunâ sebaiknya juga dipahami secara harfiah kecuali teks dengan jelas menyatakan sebaliknya.
T: Bagaimana masingâmasing pandangan memahami pengikatan Iblis?
Premilenialisme melihat pengikatan dalam Wahyu 20:1â3 sebagai pengurungan total di masa depan di dalam jurang maut, yang menyingkirkan Iblis dari aktivitas di bumi. Amilenialisme dan postmilenialisme menafsirkannya sebagai pengikatan yang kini dan parsial, yang dimulai pada kedatangan Kristus yang pertama; Iblis dianggap diikat hanya dalam arti bahwa ia tidak dapat lagi menghalangi penyebaran Injil secara global, meskipun ia masih aktif menyesatkan dan menganiaya.
T: Apa peran Israel dalam Kerajaan Milenial?
Dalam premilenialisme, Israel etnis/nasional memiliki peran masa depan dalam rencana Allah: janji tentang tanah, kerajaan, dan takhta Daud (misalnya Kej 15; 2 Sam 7; Rm 11:25â29) akan digenapi secara harfiah dalam Kerajaan Milenial di bawah pemerintahan Kristus. Amilenialisme dan postmilenialisme umumnya melihat janjiâjanji itu sebagai digenapi secara rohani di dalam gereja dan tidak mengharapkan pemulihan nasional Israel yang terpisah dan nyata dalam sejarah.
T: Mengapa dikatakan bahwa premilenialisme adalah pandangan Milenium yang paling Alkitabiah?
Premilenialisme paling memuaskan tiga kriteria: (1) menghormati pembacaan berurutan dan langsung dari Wahyu 19â20; (2) memegang makna istilah dan angka dalam teksâteks nubuat sebagaimana pemakaian normalnya kecuali konteks memaksa makna lain; dan (3) memungkinkan banyak nubuat kerajaan dalam PL untuk digenapi tanpa harus dirohanikan atau didefinisikan ulang. Keseluruhan faktor ini menguatkan premilenialisme sebagai pandangan yang paling setia mencerminkan data Alkitab.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
T: Apa perbedaan utama antara premilenialisme, amilenialisme, dan postmilenialisme?
T: Mengapa para premilenialis menegaskan bahwa âseribu tahunâ dalam Wahyu 20 bersifat harfiah?
T: Bagaimana masingâmasing pandangan memahami pengikatan Iblis?
T: Apa peran Israel dalam Kerajaan Milenial?
T: Mengapa dikatakan bahwa premilenialisme adalah pandangan Milenium yang paling Alkitabiah?
L. A. C.
Teolog yang mengkhususkan diri dalam eskatologi, berkomitmen untuk membantu orang percaya memahami Firman nubuatan Allah.
Artikel Terkait
Menelaah Amilenialisme: Apakah Gereja Adalah Kerajaan Seribu Tahun?
Amilenialisme dikaji: apakah Gereja adalah Kerajaan Milenium? Telaah klaim, simbol, dan kritik Alkitabiah atas pandangan akhir zaman ini.
Menilai Postmilenialisme: Akankah Gereja Mengkristenkan Dunia?
Postmilenialisme dikaji secara Alkitabiah: dapatkah gereja mengkristenkan dunia sebelum Kedatangan Kedua Kristus dan dimulainya Milenium?
Menelaah Premilenialisme: Dasar Alkitabiah bagi Pemerintahan Kristus di Bumi
Premilenialisme dijelaskan: dasar Alkitabiah yang menegaskan Kristus datang sebelum Milenium untuk memerintah secara literal di bumi sesuai nubuatan.
Kampanye Armagedon vs Gog dan Magog
Armagedon vs Gog dan Magog: kaji perbedaan waktu, lokasi, dan peserta untuk memahami bahwa kedua pertempuran nubuatan akhir zaman ini berbeda.